Rabu, Juli 31, 2013

Bunga Kain Khayla; Sebuah Keadaan yang Tak Sempurna




Judul Buku       : Bunga Kain Khayla
Penulis             : Fina Faza
Penerbit           : Qibla imprint BIP
Cetakan           : I, 2013
Tebal               : 146 hlm
Harga              : Rp 28.000,00,-

Sebagai sebuah novel yang sudah digodok dalam sebuah kelas menulis, tentu kualitas isi novel anak itu tidak perlu diragukan lagi. Menariknya lagi, tema yang diangkat oleh Fina Faza, sang penulisnya, terbilang masih jarang. Tema tersebut ialah perceraian.

Novel anak Bunga Kain Khayla ini mencoba melukiskan kesedihan Khayla yang ditinggal sang ayah (dalam kasus ini perceraian). Khayla dan bundanya pindah ke solo, tempat eyang Khayla. Namun, di sinilah hati Khayla makin berkecamuk. Kerinduan kepada ayah, kecemasan akan sekolah barunya nanti, sampai Robi, anak tetangga yang selalu mengganggunya.

Walau tema perceraian biasanya menimbulkan masalah yang kompleks, namun Fina Faza berhasil “meringankannya” dengan memfokuskan cerita pada diri Khayla. Inilah menariknya dari novel ini. Ending-nya terbilang bagus dengan tidak memaksaan keadaan menjadi sempurna. Karena hidup memang terkadang tidak sesempurna seperti yang kita harapkan.

Nilai plus novel anak ini selain ending ciamik tadi ialah banyaknya pengetahuan yang bertebaran di dalamnya. Di antaranya ialah pengetahuan tentang alasan air di dalam gentong tanah lebih dingin dari air biasa sampai pengetahuan tentang sejarah Taman Balekambang yang pastinya menarik untuk kita ketahui. Beberapa potong bahasa Jawa pun menghiasi novel anak ini. Hebatnya, arti dari bahasa Jawa tersebut dibuat sedemikian rupa hingga terasa halus menyelip di dalam dialog tanpa harus membubuhkan catatan kaki.

Bila boleh menambahkan, seharusnya konflik Khayla dan Robi bisa lebih digali lagi dalam satu bab terpisah. Misal Robi selalu mengganggu Khayla karena ia sebenarnya iri karena Khayla tidak punya ayah. Tidak seperti dirinya yang punya ayah super-galak.

Sukses selalu untuk Fina Faza, saya nantikan novel-novel keren berikutnya.

0 komentar: